Marasmus dan Bentuk Kondisi Malnutrisi Lainnya

Marasmus dan Bentuk Kondisi Malnutrisi Lainnya

Penyakit Marasmus merupakan salah satu bentuk dari malnutrisi atau kekurangan gizi. Ini biasanya terjadi pada masyarakat di negara-negara berkembang, seperti di Asia Tenggara, Afrika, dan Amerika Tengah.

Sebenarnya, ada banyak sekali bentuk malnutrisi yang bisa menyerang seseorang. Umumnya, semua jenis malnutrisi itu memiliki penyebab dan ciri-ciri yang sama, yaitu kekurangan gizi serta ditandai dengan berat badan yang jauh di bawah normal.

Macam-macam bentuk malnutrisi selain Marasmus

Ada banyak jenis malnutrisi yang mungkin bisa menyerang anak kecil di negara-negara berkembang. Selain penyakit ini, berikut beberapa contoh jenis malnutrisi lainnya:

  • Kwashiorkor

Kondisi yang satu ini juga terjadi karena kekurangan gizi. Ini terjadi ketika anak mengalami kekurangan energi protein dalam jumlah besar.

Berbeda dengan jenis malnutrisi lainnya, Kwashiorkor bisa menimbulkan gejala fisik yang mudah terlihat berupa pembengkakan. Ini terjadi karena tubuh menahan cairan, umumnya di area kaki, lengan, tangan, dan wajah.

Umumnya, kondisi ini akan menimbulkan gejala berupa kehilangan selera makan, mudah merasa kesal dan sensitif, perubahan warna rambut menjadi kekuningan, serta kekurangan energi. 

  • Kwashiorkor Marasmik

Jenis malnutrisi yang satu ini merupakan bentuk ketiga dari malnutrisi energi protein yang parah. Gejala dari kondisi ini merupakan gejala dari kombinasi Kwashiorkor dan Marasmus

Ketika mengalami Kwashiorkor Marasmik, seseorang akan menjadi sangat kurus. Selain itu, mereka akan mengalami penumpukan cairan berlebihan di bagian-bagian tubuh lain. 

Anak-anak yang menderita kondisi ini umumnya memiliki berat badan yang 60 persen lebih rendah dari berat badan normal. Kondisi ini perlu diobati sesegera mungkin sebelum menjadi lebih parah.

Itulah beberapa jenis malnutrisi yang bisa terjadi pada anak. Semua jenis tersebut lebih sering terjadi pada anak-anak di negara berkembang. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa orang dewasa, khususnya lansia, juga mungkin akan mengalaminya.

Pengobatan

Anda hanya bisa mendapatkan pengobatan yang tepat setelah melakukan pemeriksaan ke dokter. Dokter akan mendiagnosa kondisi Anda, menentukan tingkat keparahan gejala, serta memutuskan metode pengobatan yang paling tepat. 

Berikut ini beberapa metode pengobatan yang mungkin dilakukan: 

  • Pemberian susu skim bubuk kering

Dokter atau tenaga medis mungkin akan memberikan susu skim bubuk kering pada anak Anda. Bubuk susu tersebut akan dicampurkan dengan air matang.

Kemudian, akan ditambahkan lagi dengan campuran lain berupa minyak nabati seperti wijen, kasein, dan gula. Ini membuat susu jadi kaya akan protein dan kandungan energi padat yang bisa membantu mengobati Marasmus. 

  • Pemberian asupan cairan

Dalam beberapa kasus, malnutrisi juga bisa membuat anak mengalami dehidrasi. Ini akan menyebabkan diare. Saat dehidrasi terjadi, maka pengobatan yang dilakukan adalah pemberian cairan.

Pemberian cairan bisa dilakukan dengan memastikan anak minum dalam jumlah yang lebih banyak dari biasanya. Selain itu, pemberian cairan juga bisa dilakukan melalui saluran intravena. 

Apabila kondisi sudah sangat parah, anak mungkin harus dirawat di rumah sakit. Selama di rumah sakit, dokter akan memastikan anak mendapatkan asupan nutrisi yang memadai, baik dengan pemberian melalui makanan maupun melalui saluran intravena. 

Penyembuhan untuk penyakit Marasmus memerlukan waktu yang tidak sebentar. Penderita mungkin harus dirawat di rumah sakit selama beberapa minggu. Setelah itu, masa pemulihan juga bisa memakan waktu sampai dengan beberapa bulan, sesuai dengan kondisi masing-masing penderita.