5 Manfaat Jamu Bersalin Bagi Kamu yang Baru Melahirkan

5 Manfaat Jamu Bersalin Bagi Kamu yang Baru Melahirkan

Selama proses bersalin, seorang Ibu akan menggunakan kekuatan penuh untuk mengejan dan mengeluarkan bayi dari tubuh. Hal inilah yang menyebabkan seorang Ibu butuh perawatan lebih setelah bersalin. Tujuannya, untuk mengembalikan kekuatan seperti semula sehingga bisa merawat bayi dengan baik. Jamu bersalin menjadi salah satu ramuan yang dipercaya masyarakat lokal untuk mengembalikan tenaga. 

Seperti yang sudah kamu ketahui bahwa jamu dibuat dari rempah-rempah dan bahan alami yang aman bagi tubuh. Bahkan rempah dalam jamu dipercaya mampu memberikan efek baik pada tubuh. Contohnya rempah jahe yang bisa memperkuat sistem imun dan menurunkan glukosa darah. Kunyit juga dipercaya untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah lesu dan sakit.

Namun, apa ya khasiat dari jamu yang dikonsumsi oleh ibu-ibu setelah melakukan persalinan? Mari kita simak penjelasannya berikut ini!

Mengeluarkan sisa-sisa darah kotor dari rahim dan mengobati perut mulas

Setelah bayi keluar dari tubuh sang Ibu, biasanya akan meninggalkan sisa darah kotor. Untuk membersihkan rahim dari hal tersebut, Ibu bisa mengonsumsi jamu khusus setelah bersalin. Selain itu jamu ini juga bisa bermanfaat untuk menetralkan rasa mulas pada bagian perut. Jamu bersalin nomor 1. dapat dikonsumsi mulai hari pertama hingga hari kedelapan setelah melahirkan untuk membersihkan diri.

Mengencangkan otot-otot rahim dan otot perut sehabis melahirkan

Otot pada bagian rahim dan perut perempuan yang hamil, bentuknya akan secara fleksibel menyesuaikan diri. Selama mengandung otot rahim dan perut akan meregang karena terdapat bayi yang berkembang di rahim ibu. Setelah proses bersalin selesai, maka oto rahim dan perut baru akan mengecil kembali. Untuk membantu mengencangkan otot pada bagian rahim dan perut perempuan pasca melahirkan, jamu nomor 2 bisa menjadi opsi. Mengonsumsi jamu nomor 2 dipercaya bisa memberikan efek otot rahim dan perut yang lebih kencang.

Memacu kerja kelenjar ASI

Air Susu Ibu (ASI) menjadi makanan bayi yang baru lahir hingga usia 2 tahun. Biasanya setelah melahirkan produksi ASI akan meningkat signifikan. Namun, di beberapa kondisi produksi ASI sedikit. Hal ini bisa saja dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti stres, kurangnya intensitas menyusui atau mengonsumsi obat flu yang mengandung pseudoephedrine. Jamu untuk bersalin nomor 2 dipercaya bisa memacu kerja kelenjar ASI sehingga sang Ibu bisa menyusui si anak dengan baik.

Memulihkan kesehatan dan kesegaran tubuh

Selama proses bersalin, Ibu akan mengerahkan kekuatan penuh untuk mengeluarkan bayi dari rahim. Proses ini sangat menguras tenaga. Apabila seorang Ibu tidak mempunyai kekuatan yang cukup, proses melahirkan bisa menyebabkan kematian. Menurut VOA Indonesia, setidaknya ada 300 kasus meninggal akibat melahirkan dari 100.000 kelahiran dalam dua dasawarsa terakhir. Untuk mencegah hal tersebut fisik dan mental seorang Ibu sebelum mengandung dan saat mengandung harus baik. Hal ini akan membuat Ibu mempunyai tenaga yang cukup saat melahirkan. Setelah melahirkan, sang Ibu pun harus tetap menjaga kebugarannya dengan mengonsumsi makanan bergizi serta jamu nomor 2. 

Memperbanyak produksi ASI

Mengonsumsi air rebusan daun katuk dipercaya bisa menambah produksi ASI. Namun, saat ini daun katuk sudah sangat sulit sekali ditemukan. Sebagai alternatif, seorang Ibu bisa mengonsumsi jamu nomor 3 untuk memperbanyak konsumsi ASI. Konsumsi ASI yang banyak akan menguntungkan bagi si bayi dan juga si Ibu. Si anak akan mendapatkan asupan makanan yang cukup, sementara berat badan si Ibu akan lebih cepat kurus karena intensitas menyusui yang sering. 

Mengandung dan melahirkan adalah anugerah yang tidak bisa digantikan oleh apapun. Maka dari itu untuk tetap menghargai proses dan fase yang ada, sang Ibu harus menjaga kesehatan tubuhnya dengan lebih baik. Dengan mengonsumsi jamu bersalin, sang Ibu bisa mengoptimalkan kesehatan dan kebugaran tubuhnya pasca melahirkan.

Pertanyaan Seputar Pompa ASI yang Harus Anda Tahu

Pertanyaan Seputar Pompa ASI yang Harus Anda Tahu

Banyak ibu yang menyusui menganggap pompa ASI sama pentingnya dengan memilih kursi mobil untuk anak atau hal simpel seperti membeli tisu bayi. Membeli pompa ASI memang tidak mudah. Anda tidak harus mengetahui apakah mobilitas lebih sering di dalam rumah atau di luar ruangan. Hal ini sangat penting, karena untuk menentukan mana jenis pompa ASI yang akan dibeli. Selain itu, banyak pertanyaan lain seputar pompa ASI yang kerap ditanyakan para ibu baru, seperti berikut. 

Seberapa sering Anda akan menggunakan pompa ASI?

Jika Anda memiliki waktu lebih banyak di dalam rumah dan hanya pergi sesekali saja, mungkin pompa tangan atau manual sederhana adalah pilihan yang pas. Tempatkan pelindung berbentuk kerucut di payudara Anda dan remas pegangannya untuk mengeluarkan ASI. Jika Anda kembali bekerja penuh waktu atau akan jauh dari bayi selama lebih dari beberapa jam sehari, pompa listrik adalah pilihan yang lebih baik.

Apakah perlu memompa secepat mungkin?

Sesi pemompaan umumnya berlangsung 10 sampai 15 menit. Jika Anda akan memompa di tempat kerja atau dalam situasi waktu terbatas lainnya, sebaiknya belilah pompa ASI elektrik yang memungkinkan untuk memompa kedua payudara sekaligus. Pompa payudara ganda membantu merangsang produksi ASI sekaligus mengurangi waktu pemompaan hingga setengahnya.

Apakah Anda memerlukan opsi handsfree?

Pompa ASI hands-free memungkinkan Anda bekerja atau melakukan hal lain sambil memompa. Ada juga pompa payudara yang dapat dipakai yang dapat ditempatkan di dalam bra dan memungkinkan Anda untuk memompa dengan hati-hati.

Berapa harga pompa ASI?

Pompa ASI memiliki harga yang bervariasi, sesuai dengan jenis dan merek. Pompa listrik biasanya lebih mahal daripada model manual. Hal ini didasari karena pompa ASI elektrik memiliki tingkat risiko kontaminasi lebih kecil. Anda sebaiknya jangan meminjam atau membeli pompa ASI bekas pakai untuk menghindari kontaminasi ataupun virus.

Apakah pompa mudah dirakit dan dibawa bepergian?

Jika pompa ASI sulit dipasang, dibongkar, atau dibersihkan, pasti akan membuat Anda merasa frustasi hingga mengurangi semangat untuk memompa. Pastikan Anda membeli produk pompa ASI yang mudah dilepas, terutama bagian pompa yang bersentuhan dengan kulit atau susu untuk dibersihkan setelah digunakan.

Jika Anda akan membawa pompa untuk bekerja setiap hari atau bepergian sebaiknya carilah model pompa ASI yang ringan. Beberapa pompa payudara dilengkapi dengan tas jinjing dengan bagian berinsulasi untuk menyimpan ASI perah.

Apabila Anda membeli pompa ASI elektrik, perhatikan juga tingkat kebisingannya. Carilah pompa ASI yang memiliki suara lebih tenang dan tidak terlalu getar. Pastikan tingkat kebisingan dari pompa ASI dapat diterima oleh orang sekitar, sehingga tidak mengganggunya.

Apakah tenaga pompa dapat diatur?

Apa yang nyaman bagi Anda mungkin tidak nyaman bagi orang lain. Jika Anda memilih pompa listrik, pilih salah satu yang memungkinkan Anda untuk mengontrol tingkat hisap dan kecepatan, sehingga memudahkan saat proses memompa.

Bagaimana cara mengetahui ukuran pelindung payudara sudah benar?

Pelindung payudara adalah cangkir berbentuk kerucut yang harus ditempatkan pas di atas payudara dan puting. Jika Anda khawatir bahwa pelindung payudara standar akan terlalu kecil, tanyakan kepada masing-masing produsen tentang opsi lain. Pelindung yang lebih besar atau pengganti sering tersedia dan dijual. Jika ingin memompa kedua payudara sekaligus, pastikan pompa dilengkapi dengan dua pelindung payudara.

Bagaimana jika listrik padam?

Pompa listrik harus di colokan. Jika stop kontak tidak dapat diakses atau listrik mati, Anda memerlukan baterai isi ulang. Dalam keadaan darurat, sebaiknya Anda memiliki pompa ASI cadangan manual untuk membantu ketika kondisi tidak diinginkan terjadi.