Konidin Sirup vs Konidin OBH, Mana yang Lebih Ampuh Redakan Batuk?

Konidin Sirup vs Konidin OBH, Mana yang Lebih Ampuh Redakan Batuk?

Konidin merupakan obat batuk keluaran Konimex yang juga bisa digunakan untuk meredakan masuk angin dan flu. Konidin tersedia dalam berbagai bentuk dan varian, mulai dari tablet, sirup, dan permen hisap (lozenges). 

Untuk bentuk sediaan sirup, Konimex mengeluarkan produk terbaru yaitu Konidin OBH. Lantas apa perbedaan Konimex Sirup dan Konidin OBH, dan mana yang lebih efektif untuk redakan batuk? Simak selengkapnya berikut ini. 

Konidin Sirup vs Konidin OBH: Komposisi dan kegunaan

Konidin sirup mengandung guaifenesin, dekstrometorfan Hbr, dan klorfeniramin maleat. Kombinasi ketiganya efektif mengatasi batuk, masuk angin, dan gejala flu. 

Dekstometorfan Hbr bekerja sebagai antitusif untuk meringankan batuk kering. Guaifenesin bermanfaat untuk mengencerkan dahak sehingga lebih mudah dikeluarkan bersama dengan batuk. Selain itu, klorfeniramin maleat yang terkandung di dalamnya termasuk golongan obat antihistamin yang berfungsi meredakan gejala dan reaksi alergi seperti hidung tersumbat, pilek, dan bersin-bersin. 

Sedangkan Konidin OBH merupakan obat batuk hitam yang berfungsi sebagai ekspektoran, meredakan batuk berdahak dan pengeluaran dahak dengan lebih cepat. Konidin OBH memiliki kandungan:

  • Succus Liquiritiae 233.8 mg
  • Ammonium Chloride 70 mg
  • Alkohol 1.38%

Mana yang lebih ampuh redakan batuk?

Dilihat dari komposisi yang terkandung di dalamnya, Konidin Sirup dan Konidin OBH memeiliki khasiat utama yang berbeda. Konidin Sirup untuk mengatasi batuk karena alergi, flu, atau sisa-sisa bronkitis. Sedangkan Konidin OBH untuk meredakan batuk berdahak. 

Maka, jika kamu mengalami batuk kering atau batuk karena flu, alergi, atau sisa-sisa bronkitis, maka Konidin Sirup merupakan pilihan yang tepat. Jika batuk berdahak menyerang, Konidin OBH akan lebih efektif meredakan batuk berdahak dan mengeluarkan dahak yang berlebihan di saluran pernapasan. 

Perhatian penggunaan

Konidin Sirup dan Konidin OBH dapat ditemukan dimana saja, mulai dari warung, mini market, dan apotek. Kedua obat tersebut aman diberikan pada anak-anak usia 6 tahun ke atas dan orang dewasa dengan dosis yang tertera pada label kemasan.

  • Dosis Konidin Sirup

Untuk anak berusia 6-12 tahun, dosisnya adalah 25 mL sebanyak 3 kali/hari setelah makan, sedangkan untuk anak di atas 12 tahun dan orang dewasa adalah 5 mL sebanyak 3 kali sehari setelah makan.

  • Dosis Konidin OBH

Untuk anak berusia 6-12 tahun, minum Konidin OBH 1 sachet 3-4 kali sehari setelah makan. Dosis untuk anak di atas 12 tahun dan orang dewasa adalah 1-2 sachet sebanyak 3-4 kali sehari.

Konidin Sirup tidak mengandung alkohol sehingga boleh diberikan pada ibu hamil dan anak di bawah 6 tahun setelah berkonsultasi dengan dokter. Sedangkan Konidin OBH mengandung bahan-bahan yang sebaiknya tidak digunakan oleh wanita hamil, seperti alkohol dan ammonium chloride. 

Konidin dapat menyebabkan kantuk sehingga tidak disarankan untuk berkendara dan mengoperasikan mesin setelah meminum obat. Efek samping lainnya yang dapat timbul antara lain:

  • Gangguan pada pencernaan seperti mual, muntah, dan susah buang air besar.
  • Mulut kering.
  • Penglihatan kabur.
  • Pusing atau sakit kepala.

Adapun Konidin Sirup maupun Konidin OBH tidak disarankan untuk mereka dengan kondisi di bawah ini:

  • Hipersensitif terhadap salah satu komponen dalam obat.
  • Penderita gangguan fungsi hati dan ginjal yang akut.
  • Penderita dengan gangguan pernapasan yang akut.

Catatan

Meski Konidin mudah ditemukan dimana saja dan bisa dibeli tanpa resep, obat ini tergolong obat bebas terbatas dimana penggunaannya harus sesuai dengan dosis pada kemasan atau anjuran dokter. Jika Anda memiliki kondisi tertentu disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya.