Madu Clover Honey Itu Apa, sih?

Jika kamu punya media sosial, pasti kamu pernah melihat unggahan yang mengiklankan madu clover honey, setidak-tidaknya satu kali. Iklan itu biasanya datang dari sosok influencer yang memang sengaja ditugaskan untuk mempromosikan produk tersebut. Kendati tidak sedikit pula orang-orang terdekatmu ikut mengiklankan, karena mereka memang menjual produk itu.

Mungkin awalnya kita bertanya-tanya mengenai produk tersebut. Pasalnya, arus datangnya iklan produk clover honey tersebut cukup masif. Kita yang sebelumnya tidak tahu apa-apa, karena rasa penasaran, akhirnya coba mencari tahu mengenai produk tersebut.

Sedikit mengulang, clover honey sebenarnya adalah madu biasa. Ya, madu, bahan makanan yang berasal dari aktivitas harian lebah. Disebut clover honey karena produk ini tercipta dari sari tanaman clover. Sebagai informasi, dalam bahasa Indonesia, clover adalah semanggi. Jadi, madu clover honey adalah produk madu yang tercipta karena lebah penghasil madu hanya mengumpulkan sari dari bunga semanggi, tiada lain.

Kalau sudah begitu, berarti tentu saja ada perbedaan di antara madu clover honey dengan madu-madu lainnya. Lantas, terletak di mana saja, sih, perbedaan tersebut? Kalau penasaran dengan perbedaannya, silakan simak artikel ini sampai habis, ya!

  • Sumbernya

Perbedaan pertama, seperti sudah disinggung sebelumnya di atas, adalah sumber madu berasal. Dinamakan madu clover honey, karena ia berasal dari sari tanaman clover atau semanggi. Kalau madu biasa atau katakanlah madu hutan tercipta dari berbagai sari tanaman, sesuka si lebah menghisap sari atau nektar tumbuhan apa.

Nah, dari satu perbedaan ini, terbentuklah perbedaan-perbedaan lain yang menjadi turunannya, dan akan dibahas di poin-poin selanjutnya.

  • Nutrisi yang ada di dalamnya

Jika ditilik secara garis besar, kandungan nutrisi madu (apa pun jenisnya) adalah lemak, karbohidrat, vitamin c, protein, kalsium, dan sebagainya. Yang khusus dari madu clover honey adalah ia digadang-gadang mengandung bee pollen atau kelompok nutrisi yang diwakili asam amino, protein, mineral, dan berbagai enzim lain yang amat baik bagi tubuh. 

Madu selain clover honey diklaim tidak memiliki, atau setidak-tidaknya minim sekali kemungkinan mengandung bee pollen. Namun, tidak menutup kemungkinan jika madu biasa punya kandungan nutrisi yang lebih kaya, mengingat bahwa ia tercipta dari beragam sari tanaman. Tentu saja, ini baru asumsi.

Fakta lain adalah madu clover honey kandungan airnya lebih sedikit dari madu biasa, yakni tak sampai 20 persen. Kondisi ini menguntungkan, sebab kadar air punya pengaruh terhadap risiko kontaminasi bakteri pada sesuatu.

  • Tekstur madu

Di poin sebelumnya disinggung jika kadar air madu clover honey kurang dari 20 persen atau lebih sedikit dari madu biasa. Sedikitnya kadar air membuat madu clover honey punya tekstur lebih kental dari madu biasa. Masuk akal ‘kan?

  • Penampakan atau warna

Kamu bisa membandingkan madu clover honey dengan madu biasa dari melihat warnanya. Karena madu ini didapat hanya dari sari tanaman clover, produk ini punya warna lebih terang ketimbang madu lainnya. Warna madu clover honey cenderung kuning, sementara madu biasa lebih ke arah coklat.

  • Rasa

Indera pengecapmu harusnya bisa juga membedakan madu clover honey dengan madu jenis lain. Coba cicipi kedua jenis madu yang tengah dibandingkan, harusnya, kamu langsung paham di mana letak perbedaannya.

Oke, kalau di depanmu belum ada madu clover honey dengan madu biasa, semoga tulisan ini bisa jadi gambaran. Madu clover honey punya rasa lebih kompleks atau lebih kaya dibanding madu biasa. Apa yang dimaksud kompleks atau “lebih kaya” di atas? Silakan coba sendiri. Soal rasa adalah persoalan empiris. Kamu harus mencoba sendiri untuk dapat memahaminya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *