Laxatab Tablet: Dosis, Khasiat, dan Efek Samping

Laxatab merupakan obat yang berkhasiat mengatasi sembelit dan melancarkan BAB. Sembelit biasanya dikarenakan tubuh kekurangan cairan atau serat. Beberapa kondisi lain bisa meningkatkan risiko sembelit, misalnya kehamilan. 

Simak artikel berikut untuk mengetahui informasi seputar obat Laxatab tablet, aturan pakai, dan efek sampingnya. 

Deskripsi obat

Laxatab diproduksi oleh PT Galenium Pharmasia Laboratories, produsen produk farmasi dengan standar mutu internasional. Setiap tablet Laxatab mengandung bahan aktif docusate sodium (natrium docusate) 50 mg yang berfungsi sebagai obat pelancar buang air besar (laksatif). 

Docusate sodium dapat meningkatkan jumlah cairan yang diserap tinja di usus, sehingga feses lebih lunak dan lebih mudah keluar.

Khasiat dan kegunaan Laxatab

Laxatab efektif mengatasi sembelit dengan melembekkan feses pada kondisi berikut ini:

  • Melembekkan feses pada keadaan dimana seseorang harus menghindari memberi tekanan berlebih pada perut (tekanan intra abdominal), misalnya pada penyakit hernia dan gangguan fungsi jantung.
  • Melembekkan feses pada peradangan di sekitar anus, misalnya hemoroid.
  • Melembekkan feses pada keadaan setelah operasi. 

Dosis dan aturan pemakaian

Dosis penggunaan setiap orang berbeda-beda, tergantung usia dan jenis kelamin. Laxatab tablet aman dikonsumsi oleh anak-anak hingga orang dewasa sesuai dengan dosis yang tertera pada kemasan atau anjuran dokter:

  • Anak dibawah usia 6 tahun: Sesuai petunjuk dokter
  • Anak 6-12 tahun: 1 x 1 tablet pada malam hari 
  • Dewasa : 1 x 2 tablet pada malam hari 

Laxatab tablet paling baik diminum beberapa jam setelah makan, atau saat perut kosong di malam hari sebelum tidur. 

Efek samping

Kebanyakan obat pelancar BAB memiliki efek samping diare, yang membuat Anda akan bolak balik ke kamar mandi. Selain itu, Laxatab juga dapat menyebabkan efek samping berupa:

  • Kembung
  • Ruam kulit
  • Iritasi atau nyeri di area dubur
  • Perdarahan pada dubur
  • Nyeri atau kram perut
  • Mual
  • Ruam kulit

Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan penurunan berat badan, kelemahan otot, serta kehilangan cairan dan elektrolit tubuh. 

Jika muncul efek samping yang tidak kunjung sembuh, bertambah parah, atau efek samping selain yang disebutkan di atas maka sebaiknya konsultasikan dokter untuk mendapat nasihat medis. Dokter mungkin menyarankan untuk menghentikan penggunaan dan memberikan alternatif lainnya. 

Perhatian khusus dan kontraindikasi

Laxatab merupakan obat bebas yang bisa dibeli tanpa resep di apotek, mini market, atau toko terdekat. Obat ini juga aman digunakan untuk anak berusia 6 tahun hingga orang dewasa. Namun, ada beberapa orang yang tidak boleh menggunakan tablet ini, yaitu:

  • Menderita nyeri perut
  • Mual dan muntah
  • Sumbatan usus

Beberapa orang harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi Laxatab, seperti penderita wasir dan fisura ani (luka pada anus). 

Bagi ibu hamil yang menderita konstipasi bisa menggunakan Laxatab. Hingga saat ini belum ditemukan penelitian yang membuktikan natrium docusate dapat menyebabkan cacat lahir atau meningkatkan risiko keguguran. 

Namun penggunaan kronis natrium docusate pada ibu hamil dikaitkan dengan hipomagnesemia simtomatik pada janin. Oleh karena itu, bagi ibu hamil dan menyusui disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan Laxatab. 

Jika Anda sedang menggunakan Laxatab kemudian hamil, tanyakan kepada dokter apakah boleh melanjutkan pemakaian atau harus menggantinya dengan obat pelancar BAB yang lain.

Catatan

Laxatab tablet sangat membantu melancarkan BAB pada orang yang mengalami kondisi khusus, seperti hernia, pasien pasca operasi, dan wasir karena mengejan bisa memperparah kondisi tersebut. 

Laxatab juga bisa digunakan untuk mengobati sembelit yang terjadi sesekali. Namun ingat, jangan gunakan Laxatab jika Anda sedang mengalami gangguan pencernaan dan sumbatan usus.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *