Ini Sederet Keluhan yang Bisa Sembuh dengan Neo Rheumacyl

Minum Neo Rheumacyl menjadi cara paling cepat untuk mengatasi pegal linu akibat aktivitas fisik yang Anda lakukan. Kandungan bahan alami seperti ekstrak jahe, kunyit, ginseng, madu, jeruk nipis, dan beberapa bahan herbal lainnya, kaya antioksidan dan terbukti bisa mengobati pegal linu secara alami.

Selain bahan alami, Neo Rheumacyl juga mengandung ibuprofen, yang diketahui sejak lama berguna untuk menghambat zat alami tubuh penyebab nyeri, sehingga peradangan dan rasa sakit dapat terobati.

Membawa Neo Rheumacyl, terutama saat berolahraga, bisa jadi solusi agar bisa meredakan sakit pada sendi-sendir.

Obat berbentuk tablet ini telah bersertifikat halal dan berkhasiat untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang.  

Berikut ini beberapa keluhan yang bisa diatasi dengan minum Neo Rheumacyl: 

Pegal Linu Tangan dan Kaki

Sejumlah aktivitas seperti bekerja kasar, bekerja di depan komputer, naik turun tangga, mengasuh si Kecil, maupun berolahraga, bisa memunculkan pegal linu dan nyeri pada tangan, khususnya bagian jari.

Kondisi ini seringkali disebut dengan keluhan Trigger Finger yang mempengaruhi kondisi jaringan di sekitar jari tangan yang disebut tendon yang menghubungkan otot kerangka. 

Saat tendon mengalami peradangan, jari tangan menjadi kaku atau terkunci. 

Betis “Ketarik”

Nyeri betis atau yang lebih dikenal dengan sebutan “betis ketarik” seringkali muncul secara tiba-tiba. Biasanya orang yang mengalami hal ini akan merasakan rasa sakit yang luar biasa di daerah betis dan belakang pahanya. 

Rasa sakit seperti otot yang tertarik ini terjadi karena kelenturan otot yang kurang baik akibat aktivitas yang berlebihan. 

Saat tiba-tiba Anda mengalami ini, segeralah minum Neo Rheumacyl. Anda juga melakukan hal-hal berikut ini untuk meredakannya: 

  • Hentikan segera aktivitas lalu istirahatkan tubuh terutama bagian kaki dengan cara mengangkatnya lebih tinggi dari jantung.
  • Kompres dengan menggunakan es batu untuk mencegah terjadinya pembengkakan.
  • Tidak melakukan gerakan tiba-tiba dan melibatkan lompatan di kesempatan lainnya, karena bisa kembali memicu timbulnya betis ketarik.

Sensasi Ngilu di Paha 

Bagi Anda yang gemar melakukan olahraga seperti lari jarak jauh atau olahraga kardio setelah sekian lama tidak melakukannya, bisa jadi akan muncul gejala ini. 

Rasa pegal linu akan muncul keesokan harinya dan membuat aktivitas menjadi sangat terbatas. Jika hal ini terjadi, cobalah untuk melakukan gerakan peregangan, mengompresnya menggunakan air dingin atau es, dan juga minum obat pereda pegal linu seperti Neo Rheumacyl Oralinu. 

Lutut Sakit

Keluhan lain yang bisa diatasi dengan Neo Rheumacyl adalah sakit pada lutut. Kondisi ini bisa muncul ketika Anda berolahraga lebih intens dari biasanya, melakukan gerakan yang tiba-tiba seperti melompat, atau berbenturan dengan benda keras saat beraktivitas. 

Hal inilah yang menyebabkan otot di lutut menegang dan akhirnya tertarik, sehingga menyebabkan pegal linu serta terasa sakit saat digerakkan. 

Sama halnya dengan beberapa keluhan sebelumnya, cara paling cepat dan tepat yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi pegal linu dan nyeri ini adalah dengan mengompres menggunakan air es dan mengistirahatkan dari aktivitas yang cukup berat.

Itulah sejumlah kondisi yang bisa diredakan dengan mengonsumsi Neo Rheumacyl. Menyetok Neo Rheumacyl menjadi pilihan yang tepat bagi Anda yang gemar melakukan kegiatan berat.

Sebab, pegal linu harus segera diatasi. Mengingat kondisi ini menjadi salah kondisi nyeri otot yang disebabkan oleh aktivitas yang terlalu berat, kurangnya kalsium dan vitamin D dalam tubuh, hingga ancaman penyakit serius.

9 Cara Cegah GERD, Damaben untuk Solusinya

GERD atau gastroesophageal reflux disease merupakan kondisi ketika asam lambung mengalir naik ke saluran makanan dan mengiritasi dinding saluran. Kondisi ini akan menimbulkan gejala panas dan nyeri di dada. Untuk mengatasinya, penggunaan obat seperti Damaben sangat disarankan. 

Damaben merupakan obat untuk mengatasi beberapa masalah di perut dan usus, tidak terkecuali mereduksi gejala GERD. Mengandung metoklopamid hidroklorida sebagai zat aktifnya, Damaben bisa
menghambat substansi natural sehingga mempercepat pegosongan perut dan pergerakan usus atas. Alhasil, gejala GERD lekas mereda.

Namun selain menggunakna obat yang baiknya dikonsumsi 30 menit sebelum makan ini, sebenarnya banyak cara lain yang lebih natural untuk menghindarkan diri dari GERD. Berikut ini adalah beberapa tips untuk mencegah GERD agar Anda tidak perlu berhadapan dengan gangguan pencernaan yang satu ini.  

Hindari Makanan Penyebab 

GERD sangat mudah dipicu oleh makanan tertentu. Makanan pedas, asam, maupun berlemak adalah musuh untuk saluran pencernaan yang bisa dengan mudah menimbulkan gejala GERD. Jadi jika Anda ingin mencegah GERD, sebaiknya hindari makanan-makanan penyebab penyakit ini. Anda juga dianjurkan untuk mengurangi konsumsi kafein yang memicu asam lambug. Di mana kafein umum didapati dalam kopi maupun cokelat. 

Lakukan Diet Bebas Gluten 

Suka makan goreng-gorengan atau bertepung lain? Rasanya memang enak, namun dampaknnya untuk menimbulkan GERD juga sangat besar. Gejala GERD Anda bahkan bisa tidur berkurang signifikan, walaupun sudah mengonsumsi Damaben apabila Anda masih terus mengonsumsi makanan mengandung gluten. Untuk mencegah GERD muncul berulang, lakukanlah diet bebas gluten, sepeti mengurangi makanan bertepung, membatasi konsumsi biji-bijian, serta mengurangi konsumsi gandum. 

Makan Porsi Kecil 

Salah satu cara lain agar gejala GERD tidak timbul adalah mengonsumsi Damaben 30 menit sebelum makan. Pastikan pula Anda membatasi porsi makan. Buatlah porsi makan lebih sedikit agar perut terisi tidak terlalu penuh dan menimbulkan tekanan yang menyebabkan asam lambung. 

Tinggikan Posisi Kepala saat Tidur 

GERD sangat mudah muncul pada malam hari, tidak terkecuali pada saat Anda tidur. Untuk mencegah kemunculannya, sebaiknya Anda menaikkan posisi kepala saat tidur. Ini membuat asam lambung lebih mudah turun ke perut Anda. Cara meninggikan posisi kepala pun sangat mudah. Anda cukup menambahkan satu bantal di kepala agar posisi kepala meninggi. 

Turunkan Berat Badan 

Berat badan berlebih atau obesitas adalah penyebab utama GERD. Ini karena lemak perut ekstra memberi tekanan pada perut Anda. Tekanan inilah yang mendorong cairan lambung naik ke kerongkongan dan menimbulkan sensasi panas maupun nyeri dada. Karena itu, cobalah untuk memulai program diet dan lebih bergerak aktif untuk menurunkan berat badan agar lebih ideal.  

Hindari Berbaring Setelah Makan 

Jangan langsung berbaring setelah makan karena hanya akan membuat gejala GERD lebih mudah muncul. Tunggu setidaknya tiga jam sebelum Anda berbaring setelah makan guna meminimalkan risiko naiknya asam lambung. 

Berhenti Merokok 

Beberapa penelitian menemukan fakta, nikotin dapat mengendurkan otot-otot saluran cerna Anda. Tidak hanya itu, merokok juga dapat mengganggu kemampuan air liur untuk membersihkan asam dari kerongkongan. Alhasil, Anda pun akan lebih mudah mengalami GERD yang bersifat kambuhan selama masih merokok. 

Kurangi Konsumsi Alkohol

Seperti halnya merokok, alkohol juga sangat mudah memicu GERD menimpa Anda. Ini karena Alkohol menyebabkan otot kerongkongan menjadi kejang serta saluran cerna mengendur. Asam lambung pun menjadi lebih mudah naik ke kerongkongan dan menimbulkan ketidaknyamanan.  

Kenakan Pakaian Longgar 

Jangan mengenakan pakaian atau ikat pinggang ketat yang bisa mengencangkan perut Anda. Tekanan ini akan membuat asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan. Gejala GERD yang menyiksa pun bisa langsung Anda rasakan. 

*** 

Jika memang serangan GERD telanjur menyerang, Anda bisa melakukan terapi menggunakan Damaben. Alangkah lebih baik lagi, Anda mengonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter Anda mengenai penggunaan obat untuk saluran cerna ini.

Laxatab Tablet: Dosis, Khasiat, dan Efek Samping

Laxatab merupakan obat yang berkhasiat mengatasi sembelit dan melancarkan BAB. Sembelit biasanya dikarenakan tubuh kekurangan cairan atau serat. Beberapa kondisi lain bisa meningkatkan risiko sembelit, misalnya kehamilan. 

Simak artikel berikut untuk mengetahui informasi seputar obat Laxatab tablet, aturan pakai, dan efek sampingnya. 

Deskripsi obat

Laxatab diproduksi oleh PT Galenium Pharmasia Laboratories, produsen produk farmasi dengan standar mutu internasional. Setiap tablet Laxatab mengandung bahan aktif docusate sodium (natrium docusate) 50 mg yang berfungsi sebagai obat pelancar buang air besar (laksatif). 

Docusate sodium dapat meningkatkan jumlah cairan yang diserap tinja di usus, sehingga feses lebih lunak dan lebih mudah keluar.

Khasiat dan kegunaan Laxatab

Laxatab efektif mengatasi sembelit dengan melembekkan feses pada kondisi berikut ini:

  • Melembekkan feses pada keadaan dimana seseorang harus menghindari memberi tekanan berlebih pada perut (tekanan intra abdominal), misalnya pada penyakit hernia dan gangguan fungsi jantung.
  • Melembekkan feses pada peradangan di sekitar anus, misalnya hemoroid.
  • Melembekkan feses pada keadaan setelah operasi. 

Dosis dan aturan pemakaian

Dosis penggunaan setiap orang berbeda-beda, tergantung usia dan jenis kelamin. Laxatab tablet aman dikonsumsi oleh anak-anak hingga orang dewasa sesuai dengan dosis yang tertera pada kemasan atau anjuran dokter:

  • Anak dibawah usia 6 tahun: Sesuai petunjuk dokter
  • Anak 6-12 tahun: 1 x 1 tablet pada malam hari 
  • Dewasa : 1 x 2 tablet pada malam hari 

Laxatab tablet paling baik diminum beberapa jam setelah makan, atau saat perut kosong di malam hari sebelum tidur. 

Efek samping

Kebanyakan obat pelancar BAB memiliki efek samping diare, yang membuat Anda akan bolak balik ke kamar mandi. Selain itu, Laxatab juga dapat menyebabkan efek samping berupa:

  • Kembung
  • Ruam kulit
  • Iritasi atau nyeri di area dubur
  • Perdarahan pada dubur
  • Nyeri atau kram perut
  • Mual
  • Ruam kulit

Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan penurunan berat badan, kelemahan otot, serta kehilangan cairan dan elektrolit tubuh. 

Jika muncul efek samping yang tidak kunjung sembuh, bertambah parah, atau efek samping selain yang disebutkan di atas maka sebaiknya konsultasikan dokter untuk mendapat nasihat medis. Dokter mungkin menyarankan untuk menghentikan penggunaan dan memberikan alternatif lainnya. 

Perhatian khusus dan kontraindikasi

Laxatab merupakan obat bebas yang bisa dibeli tanpa resep di apotek, mini market, atau toko terdekat. Obat ini juga aman digunakan untuk anak berusia 6 tahun hingga orang dewasa. Namun, ada beberapa orang yang tidak boleh menggunakan tablet ini, yaitu:

  • Menderita nyeri perut
  • Mual dan muntah
  • Sumbatan usus

Beberapa orang harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi Laxatab, seperti penderita wasir dan fisura ani (luka pada anus). 

Bagi ibu hamil yang menderita konstipasi bisa menggunakan Laxatab. Hingga saat ini belum ditemukan penelitian yang membuktikan natrium docusate dapat menyebabkan cacat lahir atau meningkatkan risiko keguguran. 

Namun penggunaan kronis natrium docusate pada ibu hamil dikaitkan dengan hipomagnesemia simtomatik pada janin. Oleh karena itu, bagi ibu hamil dan menyusui disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan Laxatab. 

Jika Anda sedang menggunakan Laxatab kemudian hamil, tanyakan kepada dokter apakah boleh melanjutkan pemakaian atau harus menggantinya dengan obat pelancar BAB yang lain.

Catatan

Laxatab tablet sangat membantu melancarkan BAB pada orang yang mengalami kondisi khusus, seperti hernia, pasien pasca operasi, dan wasir karena mengejan bisa memperparah kondisi tersebut. 

Laxatab juga bisa digunakan untuk mengobati sembelit yang terjadi sesekali. Namun ingat, jangan gunakan Laxatab jika Anda sedang mengalami gangguan pencernaan dan sumbatan usus.