perawatan perineum

5 Cara Cepat Merawat Luka Perineum Pasca Persalinan

Usai persalinan, seorang ibu tidak hanya fokus merawat bayi namun juga kondisi kesehatannya. Salah satu yang bisa dilakukan adalah perawatan perineum, yaitu daging tipis yang terletak di antara anus dan vagina. Lapisan tersebut dapat robek ketika ibu hamil mengejan saat persalinan.  Meski begitu, jangan khawatir, sebab 9 dari 10 ibu yang melahirkan melalui vagina dapat mengalami perineum robek. Yang perlu diperhatikan adalah derajat robeknya perineum yang memungkinkan dialami berbeda-beda oleh setiap wanita. 

Penyebab Robeknya Perineum

Robeknya perineum dipengaruhi berbagai faktor, di antaranya adalah:

  • Ibu hamil yang baru melahirkan untuk pertama kalinya
  • Sebelumnya sudah pernah mengalami perineum robeknya
  • Bayi yang dilahirkan memiliki berat badan lahir yang cukup besar, yaitu 4 kg ke atas.
  • Pundak bayi mengalami distosia bahu saat dilahirkan yaitu pundak bayi yang tersangkut di jalan lahir.
  • Bayi yang lahir dengan bantuan alat tertentu, contohnya forsep.
  • Ibu yang melahirkan dalam posisi sungsang.

Ada empat tingkatan robeknya perineum yang dibagi sesuai dengan tingkat keparahannya. Tiingkatan pertama ditandai dengan adanya perineum robek sedikit sehingga tidak memerlukan tindakan lanjutan. Biasanya luka tersebut dapat sembuh dengan sendirinya apabila mendapatkan perawatan yang benar.  Tingkat kedua, luka perineum menembus hingga otot dan harus diatasi dengan cara dijahit. Robeknya perineum pada tingkatan ketiga dan keempat menembus hingga  jaringan atau bahkan sampai anus, sehingga harus melalui prosedur operasi kecil.

5 Cara Cepat Perawatan Perineum

Penanganan pada kondisi ini tergantung dengan tingkat keparahan robekan. Perawatan dilakukan untuk memberikan rasa nyaman sekaligus menghindari risiko terkena infeksi di area kewanitaan pasca persalinan. Cara perawatan luka perineum yang bisa dilakukan adalah:

  1. Menjaga Kebersihan Area Perineum

Anda  tetap dianjurkan untuk mandi secara rutin dan menjaga kebersihan badan serta area perineum. Jika bekas jahitan menimbulkan rasa nyeri saat buang air kecil, Anda boleh membasuhnya dengan air hangat namun tidak diperkenankan untuk berendam di air panas. Hal tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan pendarahan yang lebih parah. Pastikan juga area perineum tidak lembab meski tengah menjalani fase pasca-persalinan. 

  1. Konsumsi Makanan Berserat dan Perbanyak Air Putih

Makanan berserat seperti sayur dan buah serta minum air putih dapat menghindarkan Anda dari risiko konstipasi. Sebab seseorang yang mengalami pasca-persalinan biasanya merasakan susah buang air besar. Anda tidak disarankan untuk mengonsumsi suplemen atau obat tanpa konsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Obat dan suplemen tersebut  termasuk obat tradisional maupun jamu.

  1. Minum Obat Pereda Nyeri 

Luka pada perineum tidak jarang menimbulkan rasa nyeri. Untuk mengatasinya, Anda dapat mengonsumsi obat pereda nyeri seperti ibuprofen, paracetamol, maupun obat yang sudah diresepkan oleh dokter. 

  1. Tunda Berhubungan Seksual

Wanita yang mengalami pasca-persalinan dianjurkan untuk tidak berhubungan seksual selama masa nifas. Biasanya aktivitas tersebut dianjurkan ditunda hingga berakhirnya perawatan perineum, yaitu setidaknya empat minggu pasca-persalinan.

  1. Hindari Melakukan Aktivitas Berat

Selama proses penyembuhan, hindari untuk beraktivitas berat seperti mengejan dan mengangkat benda berat beberapa hari setelah luka dijahit. Anda juga dapat melakukan senam  untuk mempercepat proses penyembuhan luka jahitan dan memperkuat otot. Upayakan untuk istirahat dengan optimal dan kurangi beraktivitas yang terlalu berat. 

Lamanya perawatan perineum tergantung dari Anda menjaga kebersihan, pola hidup yang sehat, intensitas bergerak, dan makanan bergizi yang Anda konsumsi. Perawatan perineum yang tidak tepat dapat menimbulkan risiko terjadinya infeksi. Itulah sebabnya, penting untuk berkonsultasi dengan dokter saat menjalani fase pasca-persalinan. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *